Sunday, July 11, 2010

Jujurku (part1)

Aku mengenalnya. Dia yang adalah temanku didunia maya. Sering ia menyapaku ramah, tetapi tidak jarang aku acuhkan dia. Jujur itu bukan maksudku tapi.....(ah aku tidak mau banyak beralasan)maaf aku terkesan sombong, angkuh, atau apalah itu namanya.


Tanpa sadar ia selalu perhatikan dan mengingat sedikit banyak tentang apa yang aku share dengannya. Mulai dari tentang sahabatku adalah teman sd-nya, dimana aku sekolah, kemana aku liburan, scolarshipku, masih banyak yang lain. Semenjak aku sadari itu, mulai ku hilangkan acuhku kepadanya. Hmmm ternyata dia bukan sejenis malay(manusia alay), mandek(manusia ngondek), cososik(cowok sok asik), atau apalah itu lainnya seperti yang aku kira.


Aku lupa mengapa ia dapat memiliki nomer handphone-ku. Tapi aku ingat dan masih menyimpan di inbox sms pertama dari dia. 'Dor' itu sms pertama yang ia kirim untukku pada 2 juli 2010 dijam 19:59. Dari situ kita semakin dekat dan terus mendekat. Sampai dimana kita saling berbagi cerita, dia yang baru saja ditinggal pacarnya dan aku yang baru saja ditinggal lelakiku. Aku merasa nyaman saat itu ada tapi aku masih takut untuk berjalan lebih jauh. Karena sebelumnya, aku pernah merasa nyaman dengan seorang lelaki tetapi ternyata lelaki itu hanya ingin puaskan nafsunya. Saat aku ceritakan itu kepada dia, dia membalas sms ku seperti ini


Kamu sama sekali ngga salah. Setau aku ya, cowok yg kayak gitu yg apa ya, bisa dibilang brengsek mungkin. Berarti dia deketin kamu cuma atas dasar nafsu dia kan? Kalo ngelupain emg susah, cari kesibukan lain aja. Jgn sampe rusak hari kamu gara gara pikiran, scolarship? Coba kamu ke fokus kesitu, atau kegiatan lain. Pasti bisa kok


Hemm itu membuatku sedikit tenang dan sedikit kuat. Aku mulai adore dengan dia. Aku bisa lupakan semua masalah hanya dengan 'mengaktifkan handphone ku' lalu aku akan mendapatkan sms darinya dan semua masalah dapat aku tinggalkan sejenak.


Tapi kadang aku berfikir, yang terbaik untukku belum tentu terbaik untuk dia. Mungkin dia memang terbaik untukku, tapi apa aku cukup baik untuknya? Jujur rasa trauma itu ada. Ya beberapa kali dia mencoba meyakinkan aku bahwa ia tidak akan menyakiti aku


Am i wrong if i love you?


i won't break your heart. I swear it


I know, it's so fast but i'm satisfy that i can tell you what i'm feeling right now. Don't cry honey, i am here for you :)


I'll try my best, i promise :) but please, don't cry. Erase your tears and smile, that's better


Aku akan coba jalani ini apa adanya dulu, jika memang kita berjodoh pasti akan bersatu disaat nanti. Cerita ini akan aku lanjutkan nanti...

No comments:

Post a Comment