Sunday, July 11, 2010

Jujurku (part2)

Akan aku lanjutkan dengan puisi sederhana ini.




Aku tidak pandai rangkai kata
Namun ini yang aku rasa
Tiada dusta yang aku kata
Hanya kejujuran semata

Aku wanita lemah, memang
Tidak ada tenaga untuk melawan
Aku disakiti dan dibuang
Seperti sampah tiada bernilai

Lalu kamu angkat aku
Mendengar semua apa yang terjadi
Kamu beri aku sayapmu
Dan aku terbang tinggi

Kamu temani aku, setia
Tidak berkata bosan ataupun lelah
Bahagia kamu beri, dengan senyum ceria
Aku terima semua dengan sumeringah

Kamu sebut sayang, ya semacam cinta
Aku menghindar penuh trauma
Dengan lihai kamu coba yakinkan aku
Dengan mudah pula aku mempercayaimu

Hari demi hari kamu biarkan aku larut
Kamu pun terlihat larut
Kamu genggam selalu, bahkan sesekali kamu kecup
Traumaku mulai pergi perlahan

Saat aku benar benar ingin membalas semua
Kamu lempar aku, satukan aku dengan sampah lainnya
Persis seperti yang aku rasa dulu
Aku sampah, aku busuk, aku hina

Entah dimana harga diri kini
Malu aku, traumaku meningkat
Hanya airmata yang menemani
Semua berakhir dengan singkat

Mencoba tenang, pasti
Apakah berhasil? Tidak
Malah lebih parah
Semua terasa gelap

Aku ingin terlihat kuat
Tapi alasan apa aku kuat?
Aku tidak bersayap!
Sayap utntukku adalah harapan

Selesai sudah
Jangan ada yang datang padaku
Apalagi hanya memberi sayap sementara
Lebih baik tidak usah sama sekali

Aku tutup diri
Semua itu TEMAN
Aku takut untuk berharap lebih
Terimakasih untuk pelajaran yang kamu beri

No comments:

Post a Comment