Akan aku lanjutkan dengan puisi sederhana ini.
Aku tidak pandai rangkai kata
Namun ini yang aku rasa
Tiada dusta yang aku kata
Hanya kejujuran semata
Aku wanita lemah, memang
Tidak ada tenaga untuk melawan
Aku disakiti dan dibuang
Seperti sampah tiada bernilai
Lalu kamu angkat aku
Mendengar semua apa yang terjadi
Kamu beri aku sayapmu
Dan aku terbang tinggi
Kamu temani aku, setia
Tidak berkata bosan ataupun lelah
Bahagia kamu beri, dengan senyum ceria
Aku terima semua dengan sumeringah
Kamu sebut sayang, ya semacam cinta
Aku menghindar penuh trauma
Dengan lihai kamu coba yakinkan aku
Dengan mudah pula aku mempercayaimu
Hari demi hari kamu biarkan aku larut
Kamu pun terlihat larut
Kamu genggam selalu, bahkan sesekali kamu kecup
Traumaku mulai pergi perlahan
Saat aku benar benar ingin membalas semua
Kamu lempar aku, satukan aku dengan sampah lainnya
Persis seperti yang aku rasa dulu
Aku sampah, aku busuk, aku hina
Entah dimana harga diri kini
Malu aku, traumaku meningkat
Hanya airmata yang menemani
Semua berakhir dengan singkat
Mencoba tenang, pasti
Apakah berhasil? Tidak
Malah lebih parah
Semua terasa gelap
Aku ingin terlihat kuat
Tapi alasan apa aku kuat?
Aku tidak bersayap!
Sayap utntukku adalah harapan
Selesai sudah
Jangan ada yang datang padaku
Apalagi hanya memberi sayap sementara
Lebih baik tidak usah sama sekali
Aku tutup diri
Semua itu TEMAN
Aku takut untuk berharap lebih
Terimakasih untuk pelajaran yang kamu beri
No comments:
Post a Comment