Saya emang bukan anak terpintar di dunia yang dapat mengajarkan kalian ilmu pasti.
Saya memang bukan anak sempurna yang dapat diandalkan.
Tapi saya yakin, saya adalah anak yang dapat selalu membantu teman baik saya ketika dibutuhakan walaupun dengan kemampuan pas pas-an, karena saya ingin teman saya berfikir baik tentang saya walaupun itu cuma sedikit
Tidak mudah memang mencari sahabat, ya memang benar. Tapi pencarian akan terus ku lakukan walaupun sudah berkali-kali gagal.
Terlalu berlebihan memang, orang seperti saya terus mencari sahabat dan arti dari persahabatan itu sendiri. Karena saya cuma anak biasa tanpa kemampuan spesial,tidak berpenampilan menarik,dan tidak dapat diandalkani.
Banyak teman di dunia, siapapun pasti jika bertemu akan mengatakan bahwa itu teman.
Mungkin terlalu cepat menyebut orang yang dekat itu sebagai sahabat, tapi memang itu sifat saya, terlalu cepat berharap orang tersebut mau menjadi sahabat tanpa memikirkan keadaan sesungguhnya yang terjadi, apakah orang tersebut menganggap saya sahabatnya juga, dekat karena memang merasa cocok berteman atau cuma kasihan melihat saya.
Terlalu cepat menyebut orang dekat itu sebagai sahabat, sehingga berimbas pada kelakuan saya. Saya sangat tidak suka orang yang memojokkan teman dekat saya,apalagi di depan saya, karena ingat, saya selalu punya alasan yang paling masuk akal yang akan terus membela teman baik saya untuk melakukan perbuatan yang notabene tidak disuka mereka.
Berbagai cara pun dilakukan untuk mempertahankan apa yang disebut persahabatan tersebut. Saling membantu, memberikan semuanya untuk kebaikan, walau saya tau, orang tersebut belum tentu menyebut saya adalah sahabatnya.
Sampai akhirnya, jika suatu saat dia pergi, hanya bisa berharap suatu saat dia bisa mendapatkan teman yang lebih baik dari saya, walau sakit memang.
Tapi itulah keadaannya, ada yang datang pasti ada yang pergi, ada suatu saat orang pasti jenuh.
Ada yang mengatakan, ”jangan terlalu baik dan terlalu dekat terhadap seseorang, sehingga bila suatu saat orang itu pergi dan tidak membutuhkanmu lagi, kekecewaanmu tidak terlalu berat”.
Ada benarnyakah perkataan itu? kalau buat saya, saya akan memberikan dua jari tengah tangan saya kepada orang yang seperti itu dalam berteman. Buat saya, memberikan yang terbaik adalah yang paling penting, walau saya tidak tau balasan yang akan saya dapat dari orang tersebut. Saya akan dua kali lebih respect terhadap orang yang respect terhadap saya.
Apabila suatu saatorang yang saya anggap sahabat itu pergi meninggalkan saya, walaupun kecewa, saya tetap berharap yang terbaik untuknya, karena buat saya ini memang jalan Allah yang mungkin akan memberikan teman yang lebih baik kepada saya.
Karena bagaimanapun, dia pernah memberikan warna dalam hari ku, mau mendengarkan masalahku, dan banyak lagi.
Aku tidak pernah memaksakan keberadaanmu terus bersamaku, karena sebagai manusia memang kita mempunyai kesibukan masing-masing. Dan apabila itu jalan yang kau pilih, pergilah, tapi ingatlah bahwa kita pernah bersama berusaha mengejar mimpi. Apabila kau harus pergi, semoga kau dapatkan yang kau inginkan, cuma 1 kalimat yang bisa kukatakan, Thankyou My Beloved Friend
No comments:
Post a Comment